Sampling Pada Pengujian Substantif

Sampling Pada Pengujian Substantif atas Saldo Akun

Sampel tersebut digunakan untuk memperkirakan proporsi materi dalam populasi yang berisi karakteristik atau atribut dari kepentingan.  Tujuan dari sampling ini untuk menentukan apakah akun laporan keuangan telah disajikan secara wajar.

Sampling satuan moneter

Sampling satuan moneter (Monetary-unit sampling-MUS) menggunakan teori dan teknik sampling untuk mengestimasi jumlah salah-saji dalam dollar atau mata uang lain. MUS biasanya digunakan untuk menguji akun seperti piutang dagang, piutang pinjaman, surat berharga investasi dan persediaan. Sementara MUS didasarkan pada teori sampling atribut, fakta bahwa MUS dirancang untuk menguji jumlah moneter bukan efektivitas pengendalian internal.

Langkah-langkah dalam penerapan sampling satuan moneter :

  1. Perencanaan

Langkah 1 : Menentukan tujuan pengujian

Sampling dapat digunakan untuk pengujian substantif untuk menguji kewajaran dari asersi mengenai jumlah laporan keuangan

Langkah 2 : Mendefinisikan Karakteristik Populasi

  1. Mendefinisikan populasi

Auditor harus mendefinisikan populasi sehingga sampel yang di pilih tepat untuk asersi yang di uji, karena hasil sampel dapat diproyeksikan hanya kepada populasi

  1. Mendefinisikan unit sampling

Dengan MUS, suatu dolar individul mewakili unit sampling. Faktanya, jika populasi yang akan dijadikan sampel adalah saldo akun piutang dagang sejumlah $2,5 juta, maka terdapat 2,5 juta juta sampling dalam populasi

  1. Mendefinisikan salah-saji

Untuk MUS suatu salah-saji didefinisikan sebagai selisih antara jumlah moneter dalam catatan klien dan jumlah yang didukung oleh bukti audit

Langkah 3 : Menentukan ukuran sampel

4 faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan ukuran sampel :

  1. Menentukan tingkat keyakinan yang diinginkan atau risiko yang dapat diterima dari keliru menerima.

Jika auditor ingin yakin 95 % dalam kesimpulan sampling, maka dia harus bersedia untuk menerima 5 % risiko keliru menerima. Risiko keliru menerima adalah risiko bahwa sampel mendukung kesimpulan bahwa saldo akun yang di catat telah disajikan dengan wajar ketika faktanya adalah tidak (kekeliruan tipe II). Terdapat hubungan terbaik antara risiko keliru menerima dan ukuran sampel.

  1. Menentukan salah-saji yang diterima

Salah-saji yang diterima adalah jumlah maksimum dengan apa suatu akun dapat disalah-sajikan dan masih diterima oleh auditor sebagai disajikan secara wajar. Jumlahnya selalu kurang dari materialitas keseluruhan. Semakin rendah jumlah salah-saji yang diterima, semakin tepat pengujian yang dibutuhkan auditor, dan semakin besar ukuran sampel seharusnya.

  1. Menentukan salah-saji yang diperkirakan

Salah saji yang diperkirakan adalah nilai dolar dari salah-saji yang dipercayai auditor terdapat dalam populasi. Semakin besar salah-saji yang diperkirakan, semakin besar ukuran sampel seharusnya.

  1. Ukuran populasi

Ukuran populasi secara langsung berkaitan dengan ukuran sampel; tetapi karena populasi MUS terdiri atas dollar individual, populasi yang diuji dengan MUS biasanya besar, dan oleh karena itu, pengaruh ukuran populasi biasanya tidak signifikan

Menghitung ukuran sampel menggunakan tabel sampling atribut

Auditor pertama-tama menentukan tingkat keyakinan yang diinginkan dan kemudian mengkonversikan salah saji yang dapat diterima dan salah saji yang diperkirakan menjadi persentase nilai buku dari saldo yang diuji. Sebagai contoh, anggap auditor menetapkan salah saji yang dapat diterima sebesar $125.000 dan salah saji yang diperkirakan sebesar $ 25.000 untuk akun piutang dagang dengan nilai buku sebesar $ 2.500.000. Salah saji yang dapat diterima menjadi 5 % ($125.000:$2.500.000), dan salah saji yang diperkirakan 1 % ( $25.000:$2.500.000). Jika tingkat keyakinan yang diinginkan adalah adalah 95 % (untuk risiko keliru menerima 5 %), berdasarkan tabel maka ukuran sampel 93.

Kinerja

Langkah 4 : Pemilihan unsur sampel

Dalam memilih unsur sampel, auditor berusaha untuk menarik sampel dengan cara yang mewakili populasi secara akurat. Auditor memilih sampel untuk MUS dengan menggunakan pendekatan pemilihan yang sistematis yang disebut pemilihan probabilitas proporsial terhadap ukuran, sering dengan bantuan program komputer seperti ACL. Pemilihan probabilitas proporsional terhadap ukuran menggunakan rentang sampling. Rentang sampling dapat ditentukan dengan membagi nilia buku populasi dengan ukuran sampel.

Kinerja

Langkah 5 : Melaksanakan prosedur audit

Setelah unsur sampel di pilih, auditor melakukan prosedur audit yang telah direncanakan.

Evaluasi

Langkah 6 :Menghitung Proyeksi Salah saji dan batas atas dari salah saji

Proyeksi dari kekeliruan ini terhadap populasi disebut sebagai salah saji yang terproyeksi. Total proyeksi salah saji dan cadangan bagi resiko sampling  disebut sebagai batas salah saji atas.

Contoh perhitungan dan evaluasi dari salah saji proyeksi dan batas salah saji atas. Informasi berikut ini berkaitan dengan saldo piutang dagang :

Nilai buku = $ 2.500.000

Salah saji yang dapat diterima = $125.000

Ukuran sampel = 93

Tingkat keyakinan yang diinginkan (risiko keliru menerima) = 5 %.

Jumlah salah saji yang diperkirakan = $ 25.000

Rentang sampling = $ 26.882

 

Ketepatan Dasar

Ketepatan dasar adalah cadangan bagi risiko sampling ketika tidak ditemukan salah saji. Sebagai contoh, jika auditor menemukan tidak ada salah saji dalam audit piutang klien, dia akan menghitung batas salah saji atas dengan melihat tabel statistik. Ukuran sampel 93, rentang sampel $ 26.882, tingkat keyakinan yang diinginkan 95 %. UKuran sampel 93. Faktor salah saji atas adalah 3,0. Batas salah saji atas (dan ketepatan dasar) menjadi $ 80.646 (3.0 x $26.882). Ketepatan dasar pada intinya mengasumsikan setiap salah saji yang tidak terdeteksi di dalam populasi adalah mengandung salah saji sebesar 100 %.

 

0 Comments

Lewat ke baris perkakas