Memulai Bisnis Kuliner

Bagaimana memulai bisnis kuliner?

kulineree

Ada istilah yang menyebutkan bahwa “lebih mudah memulai daripada menjaga”. Begitu pula dengan bisnis kuliner. Hal yang perlu ditekankan adalah rasa percaya diri dan tidak takut gagal.  Selama ini, bisnis kuliner bukanlah tipe bisnis yang dinilai sebagai sampingan. Hasil yang diperoleh dapat menunjang kehidupan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, sangat penting untuk memulai berbisnis kuliner. Kunci untuk memulainya adalah berani berhasil dan berani gagal. Ketika berhasil, Anda tinggal menjaga dan mengembangkan usaha menjadi lebih baik. Namun, jika hasilnya gagal, Anda harus menyiapkan strategi lain agar berhasil membangun usaha lagi dan tidak langsung terpuruk.  Tentunya, tidak ada orang yang berharap bisnisnya gagal. Untuk itu, anda memerlukan berbagai persiapan matang untuk menghadapi hal tersebut.

Mental menjadi masalah mendasar dalam dunia usaha. Dari sikap inilah, segala sesuatunya akan dimulai.  Jika seseorang gagal mengelola mentalnya, maka ia tidak akan bisa berbuat banyak dalam sebuah usaha. Sebaliknya, jika seseorang mampu mengendalikan dan mempunyai mental siap bersaing serta tidak mudah putus asa, maka bisnis yang akan digelutinya tersebut akan berhasil.  Pada sebagian orang, penyebab kegagalannya dalam usaha atau tidak beraninya memulai usaha tidak hanya pada persoalan modal, tetapi karena mereka mempunyai cara pandang salah tentang pekerjaan yang akan mereka hadapi. Biasanya, mereka lebih memilih bekerja di tempat usaha orang lain dengan kompensasi yang tidak seberapadibandingkan mereka menjalankan usaha sendiri. Sikap seperti ini bukanlah sikap usahawan.  Tanamkan niat yang kuat dalam diri Anda untuk memulai usaha. Singkirkan hal-hal yang menimbulkan pikiran negatif. Sebab, jika segala sesuatu dimulai dengan pikiran positif, hasilnya pun akan baik berhasil.

Modal memang sering menjadi masalah, sehingga menyebabkan seseorang tidak mampu mendirikan sebuah bisnis. Padahal, sebenarnya modal yang dimaksud bukan hanya tertuju pada uang, tetapi juga berupa hobi dan keahlian memasak. Kedua modal dari dalam diri manusia itu juga dapat dijadikan dasar untuk memulai bisnis kuliner.”

Lidah tidak bisa berbohong. Karena itu, keahlian dalam memasak harus ditingkatkan agar konsumen terjaga bahkan ketagihan untuk menikmatikuliner dalam bisnis Anda. Modal lain yang perlu diperhatikan adalah kepercayaan. Tanpa ada kepercayaan, mustahil sebuah bisnis akan berhasil. Kepercayaan ini menyangkut diri sendiri dan orang lain. Pemilik bisnis yang percaya diri tentunya sebuah permulaan yang baik. Dengan sikap tersebut, ia bisa meyakinkan konsumen terhadap bisnis yang dijalankan.  Uang tersedia, kepercayaan diri ada, keahlian masak mumpuni, tetapi tidak punya relasi. Apa yang akan terjadi? Bisnis tanpa relasi tetap dapat berjalan. Namun untuk berkembang, tentu saja sulit. Maka, relasi bisnis sangat dibutuhkan. Cakupan ini akan “melebarkan sayap” usaha Anda dan keberhasilan pun di depan mata.

Disamping penjabaran tersebut, modal pengetahuan tidak boleh dikesampingkan. Berbisnis tanpa pengetahuan sama saja akan berpergian tetapi tidak mempunyai panduan untuk ke tempat tujuan. Pengetahuan dapat digali dari mana pun. Dalam bisnis kuliner, dapat dilakukan dengan membaca buku atau berselancar di internet. Namun untuk lebih maksimal, akan lebih baik jika mendapatkan informasi dari pelaku bisnis yang sudah berkecimpung langsung. Anda dapat mengadopsi beberapa hal yang membuat sebuah bisnis berhasil, tentu dengan menggabungkan keahlian yang Anda miliki. Pada saat Anda betul-betul siap untuk memulai bisnis kuliner, hal terakhir yang perlu dilakukan berkaitan dengan modal adalah mengelola modal tersebut dengan baik sehingga tidak terjebak pada over cost, yaitu mengalokasikan dana secara berlebihan pada salah satu kebutuhan. Untuk itu, anda perlu untuk membuat daftar kebutuhan modal, mulai dari yang terendah hingga tertinggi. Seleksi dan hapuslah daftar modal yang tidak mungkin terjangkau. Dengan demikian apa, modal yang tersedia tidak terbuang sia-sia.

Sama halnya dengan jenis bisnis lainnya, bisnis kuliner juga membutuhkan proses panjang agar tetap eksis dan jadi pilihan pelanggan. Keberlangsungan bisnis kuliner sangat bergantung pada rasa dan kepercayaan. Tidak semua pengusaha kuliner memulai bisnisnya langsung menjadi besar. Sebagai dari mereka justru mengawalinya dari order kecil-kecilan.

Kuliner yang Dipilih

Dalam menentukan jenis usaha kuliner, hendaknya Anda mengerti betul bahwa usaha yang akan anda jual merupakan jenis masakan yang banyak disukai masyarakat. Dengan demikian, Anda tidak perlu lagi membuat image baru dalam makanan yang Anda buat tersebut. Pilihlah makanan yang sederhana, tetapi banyak disukai oleh semua kalangan, mulai dari anak hingga dewasa atau dari kalangan bawah hingga kalangan atas, Apabila usaha makanan Anda pilih sudah pasti diterima oleh semua kalangan, Anda tidak perlu khawatir tentang pemasarannya. Anda tinggal membuat ciri khas tersendiri saja agar berbeda dengan makanan sejenis milik orang lain.

Meskipun dengan jenis makanan sama, jika produk yang anda hasilkan berbeda maka akan menciptakan peluang. Ingatlah bahwa setiap pembeli mempunyai selera dan penilaian sendiri-sendiri terhadap suatu masakan. Jangan takut bersaing dengan para pelaku bisnis lainnya. Jangan memandang bahwa berhasil tidaknya sebuah usaha kuliner ditentukan oleh saingan yang sedikit. Justru dengan banyaknya pesaing, Anda dapat lebih cerdas dalam mengelola usaha Anda agar menjadi yang terbaik dan banyak ditunggu oleh semua masyarakat.

Sumber  : Buku Kuliner Hits Kekinian

0 Comments

Lewat ke baris perkakas